Jumat, 22 November 2019

, , , ,

KEADAAN SIPIL TURKI

                                              
          

        Turki memiliki latar belakang sejarah yang panjang di mana Turki pernah menjadi ajang perebutan kekuasaan atau pengalihan kekuasaan, seperti Kerajaan Romawi Timur atau Bizantium, Dinasti Seljuk, Dinasti Ottoman hingga akhirnya menjadi Turki yang modern di bawah pimpinan Mustafa Kemal Atatűrk. Transisi perpindahan kekuasaan inilah yang mengakibatkan Turki memiliki kekayaankhasanah berbagai peradaban. Di samping itupulaadanyadaya tarikpesonaalamyang eksotik menjadikan Turki kawasan yang cukup menarik perhatian banyak wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Daya tarik pesona alam ini dilatarbelakangi karena keadaan iklim, curah hujan sertaletak dan keadaan geografis Turki.
Hal lain yang menarik dari negara Turki yaitu salah satunya ialah tradisi yang berkembang dalam kehidupan sosial budaya yang tercipta di dalam komunitas masyarakat Turki. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang-orang Turkisenang bersilaturahim dengan individu lainnya maupun antar komunitas lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjalin persaudaraan yang erat di antara mereka. Selain itu juga dari hubungan harmonis yang tercipta dalam kehidupan masyarakat Turki dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi industri pariwisata, yaitu memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Turki. Mengenai keadaan ekonomi Turki, pertumbuhan ekonominya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Peningkatan ekonomi ini dikarenakan salah satunya peran strategis pariwisata yang telah dikembangkanoleh pemerintah Turki.
Turki memiliki nama resmi Türkiye Cumhuriyeti atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Turkey, yang beribukota di Ankara.[1] Dengan luas wilayahsaat ini sekitarkurang lebih 780.000 km², terdiri dari dua bagian, yaitu wilayahAnatolia (Andolu) di Asia Kecil dan wilayah Thrace (Trakya)[2] di benua Eropa, kedua wilayah ini dipisahkan oleh Selat Dardanela (Selat Canakkale Bogazi) dan Bosphorus (Selat Karadeniz Bogazi) yang menghubungkan Laut Aegean, Marmara dan Laut Hitam.
Merujuk pada gambaran masa lalu, Turki Usmani berhasil membentuk sebuah Imperium besar dengan masyarakat yang multi-etnis dan multi-religi. Kebebasan dan otonomi kultural yang diberikan Imperium kepada rakyatnya yangnon-muslim adalah suatu bukti bagi dunia kontemporer bahwa sistem kekhalifahan dengan konsep Islam telah mempertunjukkan sikap toleransi dankeadilan yang luhur.
Pengaruh dari Arab dan Persia pada peradaban Islam Turki menjadi warisanyang mendalam bagi masyarakat Turki sebagai peninggalan Dinasti Utsmani. Pada masa kekhalifahanIslam diterapkan sebagai agama yang mengaturhubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Khalik, Sang Pencipta. Hal inilah yang melandasi suatu sistem sosial dalam kehidupanbermasyarakat dan bernegara. Islam yang muncul di Jazirah Arab dan telah berkembang lama di wilayah Persia, berkembang di wilayah kekuasaan Kekhalifahan Turki dengan membawa peradaban dua bangsa tersebut.[3]
Keramahan adalah bagian dari integral budaya masyarakat Turki. Sebagaimana contoh, sikap saling mengunjungi antar tetangga, saudara maupun teman merupakantradisibudaya masyarakat Turki.[4]Tradisi juga terdapat pada kota-kota besar dimana banyak orang yang sibuk dengan berbagai rutinitas sehari-hari, tapi hal initidak menyurutkan masyarakat Turkiuntuksaling memberi kabarlewat sarana telekomunikasi untuk mempererat rasa persaudaraandiantaramereka. Selain itu,masyarakat Turki senang menjamu para tamu yang berkunjung ke rumahnya. Keramahan inilah yang menghiasikehidupan bermasyarakat orang-orang Turki.
Penduduk Turki sebagian besar merupakan kelompok etnis Turki.Sekitar 80 persen orang yang tinggal di Turki awalnya berasal dari Asia Tengah,sementara 13 persenmerupakan suku Kurdi yang berada di wilayah Timur danTenggara.[5] Persensisanya termasuk dalam kelompok etnis minoritas (Arab,Armenia, Yunani, dan lain-lain).Pertumbuhan populasi masyarakat Turki terus mengalami peningkatan yangcukup signifikan. Hal ini terlihat pada tahun 1980 jumlahpopulasipendudukTurkimencapaisekitar 44,7juta jiwa.[6] Kemudian pada tahun 1985 jumlah populasi penduduk Turki meningkat menjadi sekitar 50,6 juta jiwa.[7] Hal ini terlihat bahwa pertumbuhan penduduk dari tahun 1980 hingga tahun 1985 telah terjadi peningkatan sebesar 13,19%.Berikutnya pada tahun 1990 jumlah populasi penduduk Turki meningkat menjadi sekitar 56,4 juta jiwa.[8] Hal ini terlihat bahwa pertumbuhan penduduk dari tahun 1985 hingga tahun 1990 telah terjadi peningkatan sebesar11,46%. Selanjutnya tahun 2007 jumlah populasi penduduk Turki telah mencapai sekitar 70,6 juta jiwa. Dengandemikian dapat ditarik kesimpulan bahwa indikator pertumbuhan populasi penduduk Turki dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Agama yang dianut penduduk Turki hampir 98% adalah Islam[9],sedangkan sisanya 2 persen beragama Ortodoks, Greogorian, Yahudi, Katolik, Protestan dan aliran Kristen lainnya. Disamping letak geografisnya yang strategis, Turki pernah menjadi tempat bagi kekhalifahan terakhir Islam yaitu Turki Utsmani dan sekaligus negara yang menerapkan sistem sekuler.[10] Sekularisme Turki dibawa oleh Mustafa Kemal Atatürk[11] dimana Atatürk melakukan berbagai perubahan kebijakan dengan memisahkan antara urusan agama dan negara serta melakukan westernisasi dalam kehidupan rakyat Turki. Untuk mewujudkan cita-citanya dalam membentuk masyarakat Turki yang modern, Kemal melakukan berbagai kebijakan ekstrim seperti menghapuskan Bahasa Arab dan menggantikannya dengan Bahasa Turki dengan tulisan latin; menutup ratusan madrasah dan masjid dan mengalihkan fungsinya; membubarkan berbagai kelompok tarekat, melarang ziarah kubur, melarang penggunaan Bahasa Arab dalam Al-Qur’an dan shalat, menghapuskan semua simbol politik agama (termasuk hijab dan kerudung) dan sebagai gantinya Atatürk memperkenalkan simbol nasionalisme baru Turki yang berpijak pada gagasan Turanisme (Turki kuno).[12]
Turki menerapkan Kemalisme sebagai ideologi negara yang merupakan karya dari Mustafa Kemal Atatürk. Beberapa prinsip atau sila yang terkandung di dalam Kemalisme yaitu republikanisme, nasionalisme, populisme, sekularisme, etatisme dan devrimcilik(reformisme dan revolusionisme).[13] Interaksi antara kemalisme dan islamisme di Turki baik itukerjasama ataupun pertentangan sudah dimulai sejak waktu yang lama. Salah satu bentuk pertentangan yang terjadi adalah peristiwa kudeta yang dilakukan oleh militer. Diawali dari Necmettin Erbakan yang mendirikan partai Islam pertama dengan nama Milli Nizam Partisi-MNP (Partai Ketertiban Nasional) pada tanggal 26 Januari 1970. Namun belum genap setahun berpolitik, MNP dibubarkan militer pada tahun 1971 karena dianggap menjadi ancaman sekularisme.[14]
Berdasarkan posisi geografis Turki yang strategis di titik pertemuan Benua Asia dan Eropa, membuat negara Turki mempunyai peranan penting sebagai pusatdari zona-zona ekonomi yang saling tumpang tindih. Di samping itu pula Turki juga menjadi pusat industri dan perdagangan negara-negara di sekitar Laut Hitam dan Timur Dekat. Namun, yang menggarisbawahi keahlian ekonominya adalah Custom Union Turki dengan Uni Eropa (UE) yang dibentuk pada tahun 1996. Hal ini diikuti dengan awal pencapaian negosiasi dengan UE pada tahun 2005 untuk menjadi keanggotaan penuh.Turkimerupakannegara besar dengan pendapatan menengah denganperekonomiannya yang pada saat ini sedang mengalami transisi dari tingkatketergantungan yang tinggi pada sektor pertanian dan industri berat menjadiperekonomian yang lebih beragam dan modern dengan meningkatkan sektorlayanan global. Subsidi dari sektor pertanian berkisar 13 persen untuk Gross National Product (GNP) dan telah mempekerjakan 20 % dari jumlah penduduk. Hasil panen utama dari sektor ini adalah gandum, yang ditanam padamusimgugur dan dipanen ketika musim panas berikutnya


[1] Ankara merupakan ibu kota Turki sejak tahun 1923, menggantikan Konstantinopel atauIstanbul. Kota ini juga merupakan ibu kota Provinsi Ankara. Ankara terletak di tengah-tengahnegara Turki.Luas wilayahnyaadalah 25.615 km².Sebelumnya, Ankara dikenal dengan namaAngoraatau Engürü, sedangkan di masa Romawi dikenal sebagaiAncyrakemudian pada masaHellenistiksebagaiÁŋkyra. Ankara merupakan kota terbesar kedua di Turki yang dihuni oleh 4.455.453 jiwa (2007). Kota ini terletak di daerah yang terkering di Turki dan dikelilingi daerahstepa dengan berbagai situs arkeologi dari masa Ottoman, Byzantium, dan Romawi. (Lihat“Ankara” dalam All About Turkey, (http://www.allaboutturkey.com/ankara.htm), diakses 06/10/2019.
[2] Trakya merupakan tempat berpijak Turki di Eropa. Sebagian besar daerah ini berupadaratan yang diapit oleh Pegunungan Intranca Daglari di Tenggara dan daratan tinggi Semenanjung Gallipoli di Barat Daya.
[3] Ade Solihat,“Kemalisme, Budaya dan Negara Turki”, Artikel Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Vol. 16, Mei 2005, hlm. 1, Di Akses melalui http://www.fib.ui.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=91:kemalisme-budaya-dan-negaraturki&catid=39:artikel-ilmiah&Itemid=122&lang=in-ID pada tanggal 07 Oktober 2019
[4] “Social Life”dalam Turkish Culture melalui http://www.geocities.com/resats/culture.html pada tanggal 07 Oktober 2019
[5] “Population”dalam Turkish Culture melalui http://www.geocities.com/resats/culture.html pada tanggal 07 Oktober 2019.
[6]  The Turkish News Agency, Facts about Turkey, Istanbul: Uçar Grafik, 1998, hlm.13
[7] Ibid.,hlm.19
[8] Ibid.,hlm.19
[9] Agama Islam yang dianut warga Turki sekitar dua-pertiga dari 98% adalah ajaran Sunni,sedangkan satu-pertiga ajaran Syiah. (Lihat“Religion” dalam Turkish Culture diakses melalui http://www.geocities.com/resats/culture.html pada 07Oktober 2019
[10] Sekuler atau sekularisme adalah sebuah ideology yang menyatakan bahwa sebuah institusi harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Di dalam kehidupan politik, sekuler berarti pemisahan antara agama dan negara atau pemerintahan.
[11] Atatürk adalah sebuah sebutan penghormatan untuk bapak revolusi Turki atau banyak yang menyenyebut sebagai Bapak Turki
[12] Ahmad Dzakirin, 2012. Kebangkitan Pos-Islamisme, Solo: Era Adicitra Intermedia, hal. 53-54
[13] Binnaz Toprak, 1999, Islam dan Perkembangan Poltik di Turki, Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya, hal. 3
[14] Ahmad Dzakirin, 2012. Kebangkitan Pos-Islamisme, Solo: Era Adicitra Intermedia, hal. 20

0 comments:

Posting Komentar