Tujuan dari proses ini adalah menyusun sistem piket yang lebih efektif dan adil melalui diskusi bersama (musyawarah) dan menyampaikannya secara formal (presentasi).
1. Tahap Diagnosis Masalah (Pra-Musyawarah)
Sebelum berdiskusi, identifikasi dulu masalah utamanya:
Tentukan Masalah: Apa yang salah dengan piket saat ini? (Contoh: Sering bolos, tugas tidak merata, kelas kurang bersih).
Cari Akar: Mengapa itu terjadi? (Contoh: Lupa jadwal, tidak ada sanksi).
Tetapkan Target: Apa yang harus dicapai? (Contoh: Kehadiran piket 100%).
2. Tahap Musyawarah (Diskusi Mencari Solusi)
Gunakan diskusi kelas (musyawarah) untuk mencapai kesepakatan terbaik:
Usulkan Solusi: Kumpulkan semua ide. (Contoh: 1. Sistem pengingat digital, 2. Job Description rinci per hari, 3. Aturan sanksi yang disepakati).
Evaluasi dan Mufakat: Diskusikan kelebihan dan kekurangan setiap solusi. Pilih solusi gabungan yang paling disetujui bersama (mufakat).
Hasil Mufakat: Membuat Daftar Ceklis tugas harian dan menunjuk Koordinator Piket Harian yang bertugas mengingatkan.
3. Tahap Presentasi dan Implementasi (Aksi)
Sampaikan hasil kesepakatan kepada seluruh kelas (dan guru) melalui presentasi.
Struktur Presentasi:
Masalah: Jelaskan singkat masalah lama yang ditemukan.
Solusi: Sajikan solusi baru hasil musyawarah (misalnya, perkenalkan Daftar Ceklis dan Koordinator Harian).
Aksi: Jelaskan langkah-langkah implementasinya.
Tujuan Presentasi: Meyakinkan semua anggota kelas untuk berkomitmen pada sistem piket yang baru.
Implementasi: Segera terapkan sistem baru dan lakukan evaluasi berkala (misalnya, cek kebersihan setiap akhir minggu) untuk melihat apakah pemecahan masalah dalam musyawarah dan presentasi di depan kelas dengan topik piket kelas telah berhasil meningkatkan kebersihan kelas.
0 comments:
Posting Komentar