Tampilkan postingan dengan label ppkn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ppkn. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Desember 2025

Apakah Ada Negara Lain yang Sama Terkait Dasar Negara Indonesia?

Berkas:Pancasila.svg - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pancasila adalah dasar negara (filsafat negara/ideologi) Republik Indonesia. Inti dari pertanyaan Anda adalah: Apakah ada negara lain yang sama terkait dasar negara Indonesia?

Secara spesifik dan literaltidak ada negara lain di dunia yang menggunakan nama, rumusan, dan lima sila yang persis sama dengan Pancasila sebagai dasar negaranya. Pancasila bersifat khas (distingtif) dan merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur yang hanya ditemukan dalam sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Kesamaan dalam Prinsip Universal, Bukan Rumusan

Meskipun tidak ada yang sama persis, kita bisa menemukan kesamaan dalam prinsip-prinsip universal yang terkandung dalam sila-sila Pancasila dengan ideologi atau dasar negara lain.

Sila PancasilaPrinsip Universal yang MiripIdeologi/Negara Terkait
Ketuhanan Yang Maha EsaMenghargai nilai-nilai spiritual, moral, dan keagamaan.Beberapa negara yang berlandaskan teokrasi atau memiliki agama resmi, atau negara-negara yang menjamin kebebasan beragama.
Kemanusiaan yang Adil dan BeradabPenegakan Hak Asasi Manusia (HAM), kesetaraan, dan keadilan.Ideologi Liberalisme dan Demokrasi yang berfokus pada individu dan hak-haknya.
Persatuan IndonesiaNasionalisme, integritas teritorial, dan semangat kebangsaan.Dasar negara yang menekankan Nasionalisme kuat (misalnya, Jepang setelah Restorasi Meiji atau beberapa negara pascakolonial).
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/PerwakilanKedaulatan rakyat, Demokrasi, dan pengambilan keputusan melalui musyawarah.Demokrasi Liberal dan Demokrasi Sosialyang mengedepankan parlemen dan suara rakyat.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaKesejahteraan umum, kesetaraan ekonomi, dan distribusi kekayaan yang adil.Ideologi Sosialisme atau Komunisme(meskipun pendekatannya berbeda) yang fokus pada kemakmuran kolektif.

Tentu, ini adalah artikel yang membahas pertanyaan Anda mengenai kesamaan dasar negara Indonesia dengan negara lain.

Mengapa Pancasila Unik?

Pancasila sering disebut sebagai ideologi terbuka dan eklektik (campuran) yang berusaha menyeimbangkan berbagai prinsip, sehingga membedakannya dari ideologi tunggal lainnya:

  • Sintesis Nilai: Pancasila menyatukan Ketuhanan (nilai spiritual), Kemanusiaan (nilai individual), Persatuan(nilai kolektif/nasional), Demokrasi (nilai politik), dan Keadilan Sosial (nilai ekonomi).

  • Jalan Tengah: Pancasila mengambil jalan tengah antara liberalisme (yang terlalu fokus pada individu) dan komunisme (yang terlalu fokus pada kolektivitas negara).

  • Sumber Asli: Kelima sila ini digali dari nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia sendiri (digali dari Philosophische Grondslag atau Weltanschauung bangsa).

Dengan demikian, meski prinsipnya dapat ditemukan di berbagai ideologi dunia, cara Pancasila merangkum dan menyeimbangkan kelima sila tersebut menjadi satu kesatuan organik adalah hal yang membuat dasar negara Indonesia unik.

Continue reading Apakah Ada Negara Lain yang Sama Terkait Dasar Negara Indonesia?

Harmoni Hak dan Kewajiban: Mencegah Pengabaian Tanggung Jawab Bernegara

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seringkali diskusi publik didominasi oleh tuntutan pemenuhan hak asasi. Padahal, keseimbangan negara hukum hanya akan tercapai jika pemenuhan hak berjalan beriringan dengan pelaksanaan kewajiban. Pengingkaran kewajiban—seperti tidak membayar pajak, melanggar hukum, atau merusak fasilitas umum—adalah hambatan besar bagi pembangunan nasional.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan peran aktif dari setiap elemen masyarakat. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memahami bentuk partisipasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, mari kita identifikasikan contoh-contoh perilaku yang menunjukkan partisipasi warga negara dalam upaya pencegahan pengingkaran kewajiban warga negara agar dapat diterapkan dalam lingkungan sekitar.

1. Kepatuhan dan Kesadaran Hukum (Lingkungan Masyarakat)

Pencegahan pengingkaran kewajiban dimulai dari kepatuhan diri sendiri terhadap hukum yang berlaku.

  • Tertib Berlalu Lintas: Mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm, dan membawa surat kelengkapan berkendara. Ini mencegah pengingkaran kewajiban untuk menjaga ketertiban umum.

  • Membayar Pajak Tepat Waktu: Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atau Pajak Kendaraan Bermotor. Warga yang taat pajak mencegah kerugian negara dan memastikan pembangunan fasilitas publik terus berjalan.

2. Pendidikan dan Pembinaan Karakter (Lingkungan Pendidikan/Keluarga)

Upaya pencegahan (preventif) paling efektif dilakukan melalui penanaman nilai sejak dini.

  • Menanamkan Budaya Antikorupsi: Mengajarkan kejujuran di sekolah dan rumah agar generasi muda tidak tumbuh menjadi pelanggar hukum yang merugikan negara.

  • Pendidikan Kewarganegaraan: Mengikuti pembelajaran PPKn dengan serius untuk memahami bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, tetapi kewajiban seluruh warga sesuai profesinya.

3. Kontrol Sosial dan Pelaporan (Lingkungan Berbangsa)

Warga negara juga berkewajiban untuk tidak membiarkan pelanggaran terjadi di depan mata.

  • Melaporkan Pelanggaran: Berani melaporkan tindak kejahatan atau penyalahgunaan wewenang kepada pihak berwajib. Sikap apatis (tidak peduli) justru menyuburkan praktik pengingkaran kewajiban.

  • Menjaga Fasilitas Umum: Tidak melakukan vandalisme (corat-coret) atau merusak taman kota. Menegur pihak yang merusak fasilitas umum adalah bentuk partisipasi aktif menjaga aset negara.

Kesimpulan

Mencegah pengingkaran kewajiban tidak harus menunggu instruksi pemerintah. Dengan memulai dari diri sendiri—seperti taat aturan dan membayar pajak—kita telah berkontribusi besar dalam menjaga kedaulatan dan kestabilan negara.

Continue reading Harmoni Hak dan Kewajiban: Mencegah Pengabaian Tanggung Jawab Bernegara

Senin, 26 Mei 2025

,

Tipe - Tipe Budaya Politik di Indonesia

Menjadikan Meme Sarana Alternatif Belajar Politik | GEOTIMES

Tipe-tipe budaya politik di Indonesia mencerminkan sikap, nilai, dan orientasi masyarakat terhadap sistem politik, pemerintahan, serta peran warga negara dalam kehidupan politik. Secara umum, budaya politik dibagi menjadi tiga tipe utama, yang dikembangkan oleh Gabriel A. Almond dan Sidney Verba, dan ketiganya juga bisa ditemukan dalam konteks Indonesia. Berikut penjelasan lengkapnya:


I. Tipe-Tipe Budaya Politik di Indonesia

1. Budaya Politik Parokial

Ciri-cirinya:

  • Masyarakat tidak peduli terhadap urusan politik.

  • Tingkat pendidikan dan kesadaran politik rendah.

  • Tidak memahami sistem politik, hak dan kewajiban sebagai warga negara.

  • Umumnya terjadi di daerah pedalaman atau masyarakat tradisional.

Contoh di Indonesia:

  • Komunitas adat terpencil yang tidak mengetahui proses pemilu atau pemerintahan.

  • Warga desa terpencil yang menyerahkan semua urusan politik kepada tokoh adat.


2. Budaya Politik Subjek (Kaula)

Ciri-cirinya:

  • Masyarakat tahu dan sadar akan adanya pemerintahan, tetapi pasif.

  • Mereka mematuhi hukum dan aturan, tetapi tidak aktif dalam politik.

  • Cenderung menerima keputusan pemerintah tanpa kritik.

Contoh di Indonesia:

  • Masyarakat yang ikut pemilu karena kewajiban, tetapi tidak tahu siapa calon dan visi misinya.

  • Warga yang tidak pernah menyampaikan pendapat tentang kebijakan pemerintah.


3. Budaya Politik Partisipan

Ciri-cirinya:

  • Masyarakat aktif dalam kehidupan politik.

  • Kritis terhadap kebijakan pemerintah.

  • Ikut serta dalam kegiatan politik seperti pemilu, organisasi masyarakat, menyampaikan aspirasi.

Contoh di Indonesia:

  • Mahasiswa yang ikut aksi demonstrasi memperjuangkan aspirasi rakyat.

  • Warga yang aktif berdiskusi politik, ikut organisasi, menyampaikan kritik di media sosial secara santun.


II. Budaya Politik Campuran di Indonesia

Dalam kenyataannya, Indonesia memiliki budaya politik campuran, yaitu kombinasi dari ketiga tipe di atas.

  • Di daerah perkotaan, budaya politik partisipan lebih dominan.

  • Di pedesaan atau daerah adat, budaya parokial dan subjek masih terlihat.

  • Secara nasional, banyak warga yang mulai melek politik, tapi masih banyak pula yang apatis atau hanya ikut-ikutan.


III. Faktor yang Mempengaruhi Budaya Politik di Indonesia

Beberapa faktor penting antara lain:

  1. Pendidikan politik dan umum

  2. Kondisi sosial-ekonomi

  3. Peran media massa dan media sosial

  4. Pengalaman sejarah politik (seperti era Orde Baru dan Reformasi)

  5. Peran tokoh masyarakat dan agama


Kesimpulan

Budaya politik di Indonesia terdiri dari:

  • Parokial → apatis, tidak peduli.

  • Subjek → sadar tapi pasif.

  • Partisipan → sadar dan aktif.

Ketiganya masih ada dan saling berdampingan, tergantung latar belakang masyarakat. Untuk mewujudkan demokrasi yang sehat, budaya politik partisipan perlu ditumbuhkan dengan pendidikan politik dan kesadaran kritis masyarakat.

Continue reading Tipe - Tipe Budaya Politik di Indonesia
, ,

Asal-usul terbentuknya negara melalui berbagai proses sejarah dan teori-teori terbentuknya Negara

How Many Countries Are There In The World? - WorldAtlas

Asal-usul terbentuknya negara merupakan topik penting dalam ilmu politik dan sejarah. Negara sebagai suatu entitas politik tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor historis, sosial, budaya, dan ekonomi. Berikut pembahasan lengkapnya:


I. Proses Sejarah Terbentuknya Negara

Secara umum, negara terbentuk melalui beberapa tahapan atau proses sejarah, antara lain:

1. Proses Primer (Pembentukan Negara Awal)

Negara pada tahap awal muncul secara alami dari kehidupan masyarakat yang awalnya hidup berkelompok dan nomaden (berpindah-pindah), kemudian menjadi menetap dan membentuk sistem sosial yang kompleks.

Tahapan:

  • Komunitas Suku: Kelompok-kelompok kecil yang dipimpin oleh kepala suku atau tetua adat.

  • Kerajaan/Feodalisme: Kekuasaan mulai tersentralisasi pada satu orang raja atau bangsawan.

  • Negara Modern: Terbentuknya sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum, konstitusi, dan wilayah yang jelas.

2. Proses Sekunder (Melalui Peristiwa Sejarah)

Negara bisa terbentuk melalui peristiwa-peristiwa penting, seperti:

  • Penaklukan/Penjajahan: Misalnya, negara-negara di Afrika yang terbentuk setelah kemerdekaan dari penjajah Eropa.

  • Perjanjian: Negara bisa terbentuk karena perjanjian antara kelompok atau entitas politik, seperti pembentukan Uni Eropa.

  • Pemisahan Diri: Negara-negara yang lahir akibat memisahkan diri, contohnya Sudan Selatan dari Sudan.

  • Revolusi: Perubahan besar yang menggantikan sistem lama, seperti revolusi Prancis.


II. Teori-Teori Terbentuknya Negara

Berikut beberapa teori klasik yang menjelaskan terbentuknya negara:

1. Teori Ketuhanan

Teori ini menyatakan bahwa negara terbentuk atas kehendak Tuhan. Raja atau pemimpin dianggap sebagai wakil Tuhan di dunia.

  • Contoh: Raja-raja Eropa pada Abad Pertengahan dianggap memiliki hak ilahi (divine rights).

  • Tokoh: Thomas Aquinas, Agustinus.

2. Teori Kekuatan (Force Theory)

Negara terbentuk karena adanya kekuasaan atau penaklukan oleh pihak yang lebih kuat terhadap yang lemah.

  • Contoh: Penaklukan wilayah oleh bangsa-bangsa kolonialis.

  • Tokoh: Niccolò Machiavelli.

3. Teori Perjanjian Masyarakat (Social Contract Theory)

Negara terbentuk dari kesepakatan bersama masyarakat untuk hidup tertib dan aman, dengan menyerahkan sebagian haknya kepada pemerintah.

  • Tokoh:

    • Thomas Hobbes: Negara dibentuk untuk mencegah kekacauan (keadaan "perang semua melawan semua").

    • John Locke: Negara menjamin hak asasi manusia (kehidupan, kebebasan, dan hak milik).

    • Jean-Jacques Rousseau: Negara sebagai hasil kehendak umum (general will).

4. Teori Hukum Alam

Negara tumbuh secara evolusioner dari norma-norma dan kebiasaan masyarakat yang diakui sebagai hukum, kemudian dilembagakan.

  • Tokoh: Hugo Grotius.

5. Teori Organis

Negara dipandang sebagai suatu organisme hidup, yang setiap bagiannya (masyarakat) memiliki fungsi tertentu demi kelangsungan negara secara keseluruhan.

  • Tokoh: Herbert Spencer.


Kesimpulan

Negara tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan melalui proses sejarah yang panjang dan kompleks. Terdapat berbagai teori yang mencoba menjelaskan bagaimana negara bisa muncul, baik dari sudut pandang teologis, kekuasaan, kontrak sosial, maupun evolusi sosial.

Pemahaman tentang asal-usul negara sangat penting karena memberikan dasar bagi kita dalam memahami sistem pemerintahan, hukum, dan dinamika politik di masa kini.

Continue reading Asal-usul terbentuknya negara melalui berbagai proses sejarah dan teori-teori terbentuknya Negara

Minggu, 25 Mei 2025

Kita harus memiliki sikap .... terhadap budaya bangsa sendiri ​?

 Kita harus memiliki sikap bangga dan menghargai terhadap budaya bangsa sendiri.


Penjelasan:

Budaya bangsa merupakan identitas nasional yang mencerminkan keunikan dan kekayaan Indonesia sebagai negara yang beragam. Oleh karena itu, sikap yang tepat terhadap budaya bangsa sendiri adalah:

  • ✅ Bangga: karena budaya Indonesia kaya, beragam, dan diakui dunia.

  • ✅ Menghargai: dengan menjaga, melestarikan, dan tidak meremehkan budaya sendiri.

  • ✅ Melestarikan: seperti menjaga tarian daerah, bahasa, adat istiadat, dan kuliner tradisional.

  • ✅ Tidak bersikap malu atau minder terhadap budaya lokal.

  • ✅ Menolak budaya asing yang tidak sesuai nilai luhur bangsa.


Contoh kalimat lengkap:

"Kita harus memiliki sikap bangga dan menghargai terhadap budaya bangsa sendiri agar identitas nasional tetap terjaga."

Kalau kamu ingin kalimatnya dijadikan slogan, kutipan, atau untuk tugas sekolah, aku bisa bantu juga!

Continue reading Kita harus memiliki sikap .... terhadap budaya bangsa sendiri ​?
, , ,

Apa yang dimaksud dengan Integrasi Nasional? - Pertanyaan PPKN

Pertanyaan ini ingin menguji pemahaman kamu tentang apa arti dari "integrasi nasional", yaitu sebuah istilah penting dalam konteks persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kata kuncinya adalah “integrasi”(penyatuan) dan “nasional”(bangsa/negara).

A. Pembentukan negara baru oleh daerah otonom

B. Proses memperkuat perbedaan antarsuku

C. Proses penyatuan berbagai kelompok sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah nasional

D. Usaha menjatuhkan pemerintahan yang sah

Jawaban yang benar adalah:

Pilihan Jawaban:

A. Pembentukan negara baru oleh daerah otonom

❌ Salah.
Ini justru bertentangan dengan integrasi nasional karena mencerminkan pemisahan atau disintegrasi dari negara induk.

B. Proses memperkuat perbedaan antarsuku

❌ Salah.
Integrasi bukan memperkuat perbedaan, tetapi menyatukan perbedaan agar tidak menjadi sumber konflik.

✅ C. Proses penyatuan berbagai kelompok sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah nasional

✔️ Benar.
Inilah definisi yang tepat dari integrasi nasional:

Suatu proses menyatukan perbedaan suku, budaya, agama, bahasa, dan wilayah ke dalam satu kesatuan bangsa dan negara.

D. Usaha menjatuhkan pemerintahan yang sah

❌ Salah.
Itu merupakan tindakan makar atau pemberontakan, bertolak belakang dengan tujuan integrasi.

E. Proses memecah belah bangsa demi kepentingan daerah

❌ Salah.
Ini adalah bentuk disintegrasi nasional, bukan integrasi.


Penjelasan:

Integrasi nasional adalah proses menyatukan perbedaan-perbedaan (suku, budaya, agama, bahasa, dll.) dalam masyarakat sehingga terbentuk satu kesatuan bangsa yang utuh dalam satu negara.

Tujuannya adalah menciptakan persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, seperti yang terjadi di Indonesia.


Pilihan lainnya tidak tepat karena:

  • A. Membentuk negara baru justru memisahkan, bukan menyatukan.

  • B. Memperkuat perbedaan bisa menimbulkan konflik, bukan integrasi.

  • D. Menjatuhkan pemerintahan sah adalah tindakan makar.

  • E. Memecah belah bangsa adalah kebalikan dari integrasi.

Continue reading Apa yang dimaksud dengan Integrasi Nasional? - Pertanyaan PPKN
, ,

Mengapa Indonesia Disebut Negara Kepulauan?

 Negara kepulauan adalah negara yang terdiri dari sekumpulan pulau-pulau yang dikelilingi oleh laut dan diakui secara hukum internasional sebagai satu kesatuan wilayah yang utuh.


Pengertian Negara Kepulauan (Archipelagic State)

Menurut Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS 1982), negara kepulauan adalah:

“Negara yang seluruh wilayahnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat mencakup wilayah lain.”

Indonesia termasuk dalam kategori ini dan menjadi pelopor dalam pengakuan konsep negara kepulauan di dunia.


Ciri-Ciri Negara Kepulauan

  1. Terdiri dari banyak pulau yang tersebar dan membentuk suatu kesatuan wilayah.

  2. Laut antar pulau menjadi bagian dari wilayah kedaulatan negara, bukan perairan bebas.

  3. Memiliki beragam suku, budaya, dan bahasa akibat tersebarnya masyarakat di berbagai pulau.

  4. Umumnya memiliki garis pantai yang panjang dan kekayaan laut yang melimpah.


Indonesia sebagai Negara Kepulauan

  • Memiliki lebih dari 17.000 pulau, termasuk 5 pulau besar: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Papua.

  • Luas wilayah laut lebih besar daripada daratan.

  • Indonesia memperjuangkan konsep Wawasan Nusantara agar laut di antara pulau-pulau menjadi bagian dari wilayah nasional.

  • Konsep ini akhirnya diakui oleh dunia melalui UNCLOS 1982.


Keuntungan dan Tantangan Negara Kepulauan

✅ Keuntungan:

  • Kaya sumber daya laut dan pesisir.

  • Posisi strategis dalam jalur perdagangan laut internasional.

  • Keanekaragaman budaya dan hayati.

⚠️ Tantangan:

  • Sulitnya distribusi pembangunan ke seluruh pulau.

  • Masalah konektivitas dan infrastruktur antarwilayah.

  • Ancaman terhadap kedaulatan laut (penyelundupan, pencurian ikan, dsb.).

Continue reading Mengapa Indonesia Disebut Negara Kepulauan?

Sabtu, 06 November 2021

, ,

Pertanyaan tentang menggali sumber historis, sosiologis, politik pendidikan pancasila

Daftar pertanyaanya:

Apakah Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang telah ada sejak jaman dulu sebelum berdirinya Indonesi?

Menurut anda, Di era globalisasi saat ini apa yang seharusnya bangsa Indonesia lakukan untuk mempertahankan nasionalisme?


Apakah nilai-nilai kenegaraan dan sosial yang terkandung dalam prinsip Pancasila?

Apakah Kendala dalam penerapan etika Pancasila di Indonesia?

Apakah tujuannya pendidikan pancasila?

Temukan Jawabanya di sini: Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politik Pendidikan Pancasila (Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia)

Continue reading Pertanyaan tentang menggali sumber historis, sosiologis, politik pendidikan pancasila

Selasa, 14 September 2021

, , , , , , , , , , , , ,

Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang Pertahanan dan Keamanan dalam kehidupan sehari hari

Garuda Pancasila statue - Bebas Royalti Garuda Foto Stok

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, dimana nilai-nilai yang terkandung harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kehidupan beragama, ekonomi, politik, hukum dan lain sebagainya. Namun pada kesempatan ini saya fokuskan pada realisasi nilai-nilai Pancasila di bidang Pertahanan Keamanan, pembangunan bidang pertahanan dan keamanan secara tegas ditegaskan dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 3 yang menegaskan bahwa pertahanan negara negara adalah hak dan kewajiban setiap warga negara. Demikian pula Pasal 30 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pertahanan dan keamanan negara. Upaya pertahanan dan keamanan negara dilakukan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Dengan demikian, kedua pasal ini menekankan perlunya peran serta seluruh rakyat dalam bela negara.

Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang Pertahanan Keamanan, bentuk partisipasi masyarakat dalam bela negara yang sudah ada di masyarakat seperti sistem ronda atau sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang melibatkan masyarakat dalam berbelok. Di beberapa daerah juga terdapat masyarakat atau lembaga adat yang bertugas menjaga keamanan masyarakat, seperti Pecalang di Bali. Lembaga ini dibentuk oleh dan dari masyarakat sekitar untuk menjaga keamanan lingkungan masyarakat. Coba amati di masyarakat Anda, apakah ada lembaga adat yang bertugas menjaga keamanan atau sejenisnya. Pada saat ini, ada bentuk-bentuk organisasi keamanan yang sengaja dan terorganisir secara modern, seperti pertahanan sipil, unit perlindungan lingkungan, dan sebagainya.

Uraian di atas memperjelas dan membuktikan kepada kita bahwa Pancasila mampu mengakomodir dinamika pembangunan masyarakat. Pancasila bukanlah ideologi tertutup, yang tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan dan bersifat kaku. Keterbukaan Pancasila sebagai ideologi merupakan salah satu keunggulan Pancasila sehingga tetap dipertahankan oleh bangsa Indonesia. Sudah menjadi kewajiban kita sebagai generasi muda untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Upaya mempertahankan tidak hanya menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan tidak mengubahnya. Namun yang terpenting adalah menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh: aktif dalam organisasi koperasi, cinta dan beli produk dalam negeri, kerjasama ekspor impor. Nilai-nilai Pancasila di dalamnya mengandung tujuh nilai spiritual, yaitu nilai kebenaran Sila ini yang menjiwai, mendasari, dan memimpin terwujudnya empat sila di bawahnya. Memahami Pancasila sebagai ideologi terbuka, nilai, dimensi, ciri dan contoh sikap positif Nilai dan cita-cita sudah hidup dalam masyarakat.

Perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam bidang lembaga ini dibentuk oleh dan dari masyarakat sekitar untuk menjaga keamanan lingkungan masyarakat.
Memahami Pancasila sebagai ideologi terbuka, nilai, dimensi, ciri dan contoh sikap positif Nilai dan cita-cita sudah hidup dalam masyarakat.
 
Continue reading Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang Pertahanan dan Keamanan dalam kehidupan sehari hari

Sabtu, 30 September 2017

, , , , , , , , , ,

Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politik Pendidikan Pancasila (Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia)

 

Untuk Daftar: Pertanyaan tentang menggali sumber historis, sosiologis, politik pendidikan pancasila

1. Sumber Historis Pendidikan Pancasila    

Menurut sejarahnya, Pancasila tidak lahir pada tahun 1945 begitu saja, namun telah melewati berbagai proses yang cukup panjang, yang kemudian disempurnalan oleh sejarah perjuangan bangsa ini sendiri, dengan merujuk dari gagasan besar negara negara di dunia, secara bersamaan tetap berpedpman terhadap kepribadian bangsa sendiri.

Nilai-nilai penting yang terkandung dalam Pancasila adalah: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kemasyarakatan, dan Keadilan yang sebenarnya dimiliki secara obyektif oleh bangsa Indonesia sejak jaman dulu sebelum berdirinya Indonesia. Jika kita balik lagi kebelakang, proses sejarah sejak zaman kerajaan hingga kolonialisasi menjadi proses terbentuknya NKRI saat ini.

Pada dasarnya Pancasila memiliki nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri bahkan sebelum Pancasila dirumuskan dan disahkan sebagai dasar negara Indonesia. Artinya nilai-nilai Pancasila sendiri bersumber dari bangsa Indonesia, atau bangsa Indonesia sebagai materialis Pancasila.

Di era reformasi, bangsa Indonesia harus memiliki visi dan pandangan hidup yang kuat atau nasionalisme. Hal ini ditujukan agar sebagai bangsa tidak mudah gerseret ke tengah-tengah pergaulan internasional. Ini bisa dilakukan dengan kesadaran nasional yang berakar pada sejarah bangsa.

Oleh karena itu, berdasarkan beberapa hal yang telah dikemukakan sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa Pancasila dibentuk dari landasan sejarah yang kuat. Mulai dari jaman kerajaan, nilai-nilai Pancasila hadir dalam kehidupan berbangsa saat itu. Dengan demikian, unsur Pancasila senantiasa memiliki keterikatan pada kehidupan masyarakat Indonesia. nilai-nilai yang terkandung dalam setiap unsur Pancasila kemudian dirumuskan dan disahkan sebagai dasar Negara. Sebagai tumpuan negara, Pancasila harus senantiasa dijadikan acuan dalam bertindak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Maka, dengan ini semua peraturan perundang-undangan yang ada tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

2. Sumber Sosiologis Pendidikan Pancasila

Sosiologi diimplementasikan sebagai ilmu kehidupan manusia. Di dalamnya mengkaji berbagai latar belakang, komposisi dan pola kehidupan sosial kelompok dan kelompok masyarakat, serta penelitian tentang isu-isu sosial, perubahan dan reformasi di masyarakat. Soekanto (1982: 19) menyatakan bahwa dalam pandangan sosiologis, masyarakat berada pada waktu dan tempat yang memiliki suatu nilai-nilai tertentu. Selain itu melalui pendekatan sosiologis ini, Kita diharapkan mampu mengkaji struktur sosial, proses sosial termasuk perubahan sosial, dan permasalahan sosial yang perlu dilakukan secara arif dengan menggunakan nilai-nilai standar yang merujuk pada nilai-nilai Pancasila. Berbeda dengan bangsa lain, bangsa Indonesia melandaskan perspektifnya tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada prinsip-prinsip budaya yang dimiliki dan tertanam pada bangsa itu sendiri. Nilai-nilai kenegaraan dan sosial yang terkandung dalam prinsip Pancasila tidak hanya hasil konseptual seseorang, tetapi juga karya besar bangsa Indonesia sendiri yang diambil dari nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh setiap orang yang menggambarkan filosofis para pendiri negara (Kaelan, 2000: 13).

Baca Juga: Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang Pertahanan dan Keamanan dalam kehidupan sehari hari

3. Sumber Politik Pendidikan Pancasila

Fenomena kehidupan politik bangsa Indonesia menjadi salah satu materi menarik dalam pendidikan. Dikarenakan pola piker masyarakat Indonesia dalam kehidupkan politik dilaksanakan berdasarkan lima sila, Pola pikir untuk membangun kehidupan politik yang murni dan absolut dilaksanakan semua masyarakat Indonesia harus sesuai dengan lima sila yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Masyarakat yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Konsultasi / Representasi dan dengan penuh mengandalkan Keadilan Sosial. Etika politik pancasila bisa digunakan sebagai instrumen dalam pengujian perilaku politik negara, terkhusus sebagai salah satu pilihan kritis untuk menentukan hak dari kebijakan dan tindakan pemerintah dengan melihat kesesuaian dan tindakan pemerintah dengan makna prinsip-prinsip Pancasila. .

Semua orang yang terlibat dalam penyelenggaraan pemerintah Indonesia harus sesuai dengan etika politik. Mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, penegak  harus sadar bahwa legitimasi hukum dan legitimasi demokrasi juga harus dilandasi oleh legitimasi moral. Oleh karena itu, Nilai-nilai Pancasila secara mutlak harus dimiliki oleh otoritas penyelenggara pemerintahan, agar tidak menyebabkan berbagai penyimpangan, seperti yang sering terjadi saat ini. Misalnya korupsi, kolusi dan nepotisme, penyuapan, pembunuhan, terorisme, dan narkotika serta perselingkuhan di kalangan elit politik menjadi streotipe masyarakat.

Namun, dalam penerapan etika Pancasila di Indonesia masih banyak kendala, yaitu:

  1. Etika politik terperangkap dalam ideologi itu sendiri. Saat seseorang menilai suatu ideologi, dia pasti akan mencari kelemahan dan kekurangannya. Hal ini memunculkan keyakinan bahwa etika politik ialah sebuah metode yang efektif dan efisien untuk mengkritik ideologi, kemudian etika politik menjadi ideologi itu sendiri.
  2. Pancasila adalah sistem filosofis yang lebih lengkap dari pada etika politik Pancasila, sehingga setiap kritik yang diarahkan pada Pancasila oleh etika politik Pancasila tidak mungkin keluar dari Pancasila itu sendiri karena kritik tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa.

Dibalik semua kendala, bukan berarti etika politik Pancasila tidak bisa menjadi instrumen atau cara mengkaji suatu Pancasila. Kendala pertama dapat diatasi dengan melebarkan etika politik Pancasila hingga kritik dari pintu keluar manapun, agar tidak terperangkap dalam lingkaran tersebut. Kendala kedua dapat diselesaikan dengan menunjukkan kritik pada tataran praksis Pancasila terlebih dahulu, kemudian secara bertahap merunut ke pemahaman yang lebih umum hingga ontologi Pancasila menggunakan kaidah-kaidah moral.

Baca Juga: Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang Pertahanan dan Keamanan dalam kehidupan sehari hari

B.   Alasan penting pendidkan pancasila

Menurut saya mata kuliah Pendidikan Pancasila sangat penting dan bermanfaat bagi pelajar / mahasiswi di Perguruan Tinggi, dikarekana  pendidikan pancasila tidak cukup didapat atau dipelajari saat kita duduk di bangku SD, SMP, & SMA sekalipun kita belum mengenyam pendidikan apapun. Kita harus mempelajari Pancasila atau pendidikan kewarganegaraan dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, karena kita harus tahu tentang hak & kewajiban yang kita dapatkan sebagai warga negara Indonesia.

Pancasila merupakan sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harusnya menggunakan Pancasila sebagai landasan moral atau norma dan tolok ukur sikap, perubahan, dan perilaku baik, buruk, dan benar, sebagai bangsa Indonesia.

Manfaat pendidikan pancasila utuk mahasiswa / mahasiswi setelah mendapatkan Mata Kuliah Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi:

  • Agar mahasiswa mampu menjadi warga negara yang memiliki pandangan dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
  • Agar mahsiswa mampu berperan serta dalam upaya pencegahan dan penghentian berbagai tindak kekerasan secara cerdas dan damai.
  • Agar mahasiswa memiliki kepedulian dan mampu berperan serta dalam upaya penyelesaian konflik di masyarakat berdasarkan nilai moral, agama dan universal.
  • Agar mahasiswa mampu berpikir kritis dan obyektif tentang persoalan negara, hak asasi manusia dan demokrasi.
  • Agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan solusi atas berbagai permasalahan kebijakan publik.
  • Agar mahasiswa mampu mengedepankan nilai-nilai dasar secara arif (berbudaya).

Pentingnya pendidikan Pancasila juga dapat memperkuat jiwa kebangsaan peserta didik agar menjadi penggerak utama (leitmotive) dan bintang penuntun (leitstar) bagi calon pemimpin di berbagai bidang dan jenjang. Selain itu, agar calon pemegang tongkat estafet ini tidak mudah terpengaruh idelogi asing yang  bisa mendorong melanggar nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila penting dalam pendidikan tinggi merupakan jawaban tantangan dunia dengan mempersiapkan kaum muda yang memiliki pengetahuan, pemahaman, penghargaan, penghargaan, komitmen, dan pola pengamalan Pancasila. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang menjadi kekuatan inti pembangunan dan pemegang kepemimpinan bangsa di semua tingkatan lembaga negara, lembaga negara, lembaga daerah, lembaga infrastruktur politik, lembaga bisnis, dan profesi lain yang menjunjung nilai-nilai Pancasila.


Apa yang dimaksud pancasila sebagai sumber historis?
apa pancasila sebagai sistem etika?
apakah tantangan terbesar pancasila sebagai sistem etika?
Jelaskan apa yang merupakan sumber sosiologis apncasila?
Sumber Historis, sosiologis, Politis tentang pancasila sebagai sistem etika

Sumber:

 

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. 2016. Pendidikan Pancasila. Jakarta: Penerbit Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.     


Continue reading Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politik Pendidikan Pancasila (Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia)